SasaFoto: Sasa

Jakarta -

Sasa menemukan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Lewat acara Sasa Care Traveler, Sasa menjadi pemegang rekor pembagian masker terbanyak dalam 1 hari yang ditangani bersamaan di banyak sekali stasiun kereta api.

Program pencetak rekor ini ditangani di tiga stasiun tersibuk di Jabodetabek, merupakan Stasiun Jakarta Kota, Tanah Abang, dan Bogor. Sasa tak cuma membagikan masker dan face shield, tapi suatu kipas terdiri dari resep makanan yang sanggup memajukan imunitas.

Selain itu, Sasa sukses menyanggupi targetnya dalam membagikan tiga ribu helai masker dan face shield dalam total waktu di bawah 100 menit.

Ia menerangkan rekor MURI ini menjadi bukti kerja positif dari rangkaian kegiatan kepedulian Sasa Care Traveler terhadap penduduk Indonesia, utamanya pada sektor pariwisata yang tidak cuma di Jakarta, tapi di Tangerang dan Semarang, Jawa Tengah.

Presiden Direktur PT Sasa Inti, Rudolf Tjandra, menyampaikan kegiatan Sasa Care Traveler ini ditangani untuk mengangkat setiap keunikan budaya setempat dari penduduk setempat serta mendorong minat dan ketertarikan penduduk Indonesia untuk kembali mendatangi obyek-obyek rekreasi Indonesia setelah pandemi usai agar kembali ramai dikunjungi.

Kegiatan tersebut ditangani di Pasar Ikan Muara Baru, Kota Tua Jakarta, Pasar Lama Tangerang, Pasar Kue Subuh Senen, Pusat Lesehan Melawai, Pasar Ular Tanjung Priok, Petak Sembilan Glodok, Pasar Baru, dan banyak sekali lokasi rekreasi di Semarang menyerupai Taman Indonesia Kaya, Lawang Sewu, Balai Kota Semarang, Kota Lama Semarang, dan Galeri Batik Meteseh.

Menurut Rudolf, hal ini pastinya juga sejalan dengan acara Pemerintah Indonesia yang berkomitmen untuk memulihkan pariwisata Indonesia di kurun kenormalan baru.

SasaSasa Foto: Sasa

Rangkaian kegiatan ini mendukung acara Kemenparekraf/Baparekraf yang berkonsentrasi pada segmen turis nusantara (wisnus) selaku langkah pertama pemulihan sektor pariwisata yang terdampak pandemi COVID-19 lewat kampanye #DiIndonesiaAja.

"Wisnus ini akan menjadi prospek bagi percepatan pemulihan sektor pariwisata Indonesia dalam mengajak turis domestik untuk berwisata di dalam negeri dengan tetap menegakkan protokol Cleanliness, Health, and Safety (CHS)," ujar Rudolf dalam keterangan tertulis, Selasa (17/11/2020).

"Ini juga menjadi awalan gres bagi kami untuk sanggup melakukan acara yang dahulu bersifat charity sampai menjadi acara yang mempunyai faedah berkesinambungan (sustainability) serta memberi nilai faedah bagi perusahaan (Corporate Social Value)," imbuh Rudolf.

Ia menerangkan Sasa lewat kegiatan Sasa Care Traveler ingin menampilkan pengalaman edukatif tak terlalaikan bagi penduduk setempat serta terus melakukan inisiatif digital untuk memberi gagasan turis nusantara. Sehingga di saat keadaan sudah memungkinkan untuk melakukan pariwisata, mereka akan memutuskan berlibur dan berwisata di Indonesia dengan segala kearifan lokalnya.

Sementara itu, Corporate Communication Manager PT Sasa Inti, Rida Atmiyanti menyampaikan pandemi masih belum selesai, tapi ini menjadi argumentasi kenapa pihaknya mesti tetap bergerak menolong penduduk Indonesia yang terdampak. Ini agar mereka mengetahui bagaimana cara untuk tetap sehat dan semangat beraktivitas di kurun yang sarat tantangan gres ini.

"Untuk itulah, Sasa lewat Sasa Care Traveler juga melakukan pekerjaan sama dengan para mahasiswa fakultas kedokteran dari beberapa universitas di Jakarta menampilkan penyuluhan singkat perihal protokol kesehatan terhadap para pekerja harian, pedagang, maupun pengrajin di sekeliling obyek rekreasi tersebut," ujar Rida.

Selain menampilkan edukasi kesehatan dan membagikan APD di masa pandemi, acara ini juga berencana menciptakan konten media lazim yang menghidupkan kerinduan penduduk Indonesia perihal lokasi obyek rekreasi tersebut.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama